STRATEGI KOMUNIKASI GURU PONDOK DALAM MEWUJUDKAN AKHLAK SANTRI PONDOK PESANTREN IMAM DZAHABI
DOI:
https://doi.org/10.51590/bashirah.v3i1.325Kata Kunci:
strategi, komunikasi, pembinaan akhlakAbstrak
Pondok pesantren merupakan tempat menuntut ilmu dan memiliki peraturan yang bertujuan untuk menjadikan seorang santri dapat berakhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Jauhnya kehidupan anak-anak dari nilai-nilai agama merupakan salah satu dampak nyata perkembangan dan akses global yang demikian deras tapa adanya filter yang dapat menjadi perekat identitas yang cukup kuat. Fenomena kenakalan remaja dan hal-hal lain yang dapat merusak karakter peserta didik tersebut, memperlihatkan begitu pentingnya pembinaan akhlak yang dilakukan oleh para ustadz pondok terhadap santri-santrinya. Tujuan utama guru pondok adalah berusaha membentuk generasi muda yang kokoh dalam keimanan dan takwa terhadap Allah jalla jalaluh, berbakti kepada orangtua dan bermanfaat bagi orang lain. Hal ini menggugah semangat peneliti untuk melakukan observasi di Pondok Pesantren Imam Dzahabi, dengan melihat strategi komunikasi guru-guru pondok terhadap santri dalam membina akhlak para santri di pondok. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data menggunakan observasi, sedangkan obyek penelitian adalah guru dan santri pondok. Hasil dari analisis penelitian ini ialah penulis mengetahui metode yang diterapkan guru dalam strategi membina akhlak di pondok, diantaranya; a) metode dialog atau diskusi, b) metode teladan, c) metode pembiasaan, d)metode nasehat. Selain itu, terdapat buku panduan berasrama yang menjadi pedoman para santri dalam menjalani kehidupan mereka selama di pondok, diantaranya; kegiatan harian, kegiatan pekanan, peraturan berasrama, peraturan di masjid dan lain-lain.

_.png)

