Etika Komunikasi Dakwah dalam Perspektif Naqd Al-Naṣṣ: Analisis Tafsir Kontemporer Ali Al-Harb terhadap QS. An-Nahl: 125

Penulis

  • Amirulloh Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Haris Abdurrahman Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin, Banten
  • Annida Nazirah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin, Banten
  • Siti Robiah Samiah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin, Banten
  • Muhammad Rizki Kurniawan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin, Banten
  • Andi Rosa Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

DOI:

https://doi.org/10.51590/bashirah.v6i2.1154

Kata Kunci:

Ali Al-Harb, Naqd Al-Naṣṣ, Etika Komunikasi Dakwah, Tafsir Kontemporer

Abstrak

Penelitian ini mengkaji konsep etika komunikasi dakwah dalam tafsir kontemporer Ali al-Harb terhadap QS. An-Nahl [16]:125. Permasalahan utama yang diangkat adalah menurunnya nilai etika dan adab dialog dalam praktik dakwah modern, terutama di media digital. Dengan menggunakan metode kualitatif kepustakaan dan pendekatan tafsir kontemporer bercorak hermeneutik, penelitian ini menelaah bagaimana gagasan Naqd al-Nash (kritik teks) Ali al-Harb menghadirkan pemahaman Al-Qur’an yang reflektif, kritis, dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip bil hikmah, mau‘izhah hasanah, dan mujādalah billatī hiya ahsan menjadi fondasi utama etika komunikasi dakwah Qur’ani. Ketiga prinsip tersebut membentuk model etika dakwah yang mengintegrasikan dimensi intelektual, emosional, dan moral, sehingga menjadikan dakwah lebih humanis, moderat, dan adaptif terhadap perkembangan era digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan hermeneutik Ali al-Harb memberikan kerangka yang relevan dalam membangun standar etika komunikasi Islam kontemporer.

Diterbitkan

2025-12-29

Terbitan

Bagian

Articles