Etika Komunikasi Dakwah dalam Perspektif Naqd Al-Naṣṣ: Analisis Tafsir Kontemporer Ali Al-Harb terhadap QS. An-Nahl: 125
DOI:
https://doi.org/10.51590/bashirah.v6i2.1154Kata Kunci:
Ali Al-Harb, Naqd Al-Naṣṣ, Etika Komunikasi Dakwah, Tafsir KontemporerAbstrak
Penelitian ini mengkaji konsep etika komunikasi dakwah dalam tafsir kontemporer Ali al-Harb terhadap QS. An-Nahl [16]:125. Permasalahan utama yang diangkat adalah menurunnya nilai etika dan adab dialog dalam praktik dakwah modern, terutama di media digital. Dengan menggunakan metode kualitatif kepustakaan dan pendekatan tafsir kontemporer bercorak hermeneutik, penelitian ini menelaah bagaimana gagasan Naqd al-Nash (kritik teks) Ali al-Harb menghadirkan pemahaman Al-Qur’an yang reflektif, kritis, dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip bil hikmah, mau‘izhah hasanah, dan mujādalah billatī hiya ahsan menjadi fondasi utama etika komunikasi dakwah Qur’ani. Ketiga prinsip tersebut membentuk model etika dakwah yang mengintegrasikan dimensi intelektual, emosional, dan moral, sehingga menjadikan dakwah lebih humanis, moderat, dan adaptif terhadap perkembangan era digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan hermeneutik Ali al-Harb memberikan kerangka yang relevan dalam membangun standar etika komunikasi Islam kontemporer.

_.png)

