IMPLEMENTASI METODE BAYANI, BURHANI, TAJRIBI DAN ‘IRFANI DALAM STUDI FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

Authors

  • Charles Rangkuti Islamic Centre Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.51590/waraqat.v1i2.37

Keywords:

implementasi,, filsafat, pendidikan Islam

Abstract

Dalam kajian epistemologi Islam, sumber segala ilmu adalah Allah. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya ayat-ayat Alquran yang menyatakan Allah sebagai pengajar atau guru. Menurut para ilmuwan Muslim, yang dikemukakan para filsuf Barat menyangkut cara-cara memperoleh pengetahuan tidak selengkap yang diinformasikan Allah dalam Alquran.Terdapat empat metode ilmiah yang diakui dalam dunia intelektual Islam, yaitu metode bayani (tafsir/takwil), metode burhani (logis), metode tajribi (observasi dan experiment) dan metode ‘irfani (intuisi).Metode bayanidigunakanoleh kaum mufasir untuk menggali ilmu dalam Alquran dan hadis, metode burhaniditerapkan kaum filsuf untuk memahami objek-objek non-fisik, metode tajribi diterapkan saintis untuk mengkaji objek-objek fisik dan metode ‘irfani diterapkan oleh sufi untuk menyaksikan objek-objek non-fisik.Metode bayani adalah metode yang menggunakan teks dalam memperoleh ilmu pengetahuan.Pertama, Epistemologi keilmuan dalam Islam jauh lebih lengkap daripada epistemologi dalam keilmuan Barat.Kedua, pendekatan-pendekatan keilmuaan yang digagas dan mulai dipraktekkan umat Islam belakangan ini seperti integrasi keilmuaan, integrasi-interkoneksi, pohon ilmu, transdisipliner merupakan kelanjutan dari sejarah epistemologi keilmuan di zaman keemasan Islam. Ketiga, terjadi ketimpangan umat Islam dalam menggunakan keempat epistemologi keislaman dalam menyikapi ilmu.Sehingga umat Islam sangat kaya dengan teks-teks keagamaan namun tertinggal dalam bidang ilmu-ilmu alam, sosial dan humaniora kontemporer.

References

Alquran al-Karim
‘Abd al-Baqi, Muhammad Fu’ad, Al-Mu’zam al-Mufahras li al-Fazh al-Qur’an al-Karim, Kairo: Dar al-Hadis, 2007.
Abdullah, M. Amin, Islamic Studies di perguruan tinggi: Pendekatan integratif-interkonektif, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, Cet 3, 2012.
Al Rasyidin & Ja’far, Filsafat ilmu dalam tradisi Islam, Medan: Perdana Publishing, 2015.
Az-Zahabi, Muhammad Husain, Al-Tafsir waal-Mufassirun, Kairo: Dar al-Hadis, 2005.
Bakhtiar, Amsal, Filsafat Ilmu, Jakarta: Raja Grafindo, Cet 12, 2013.
Hanafi, Hassan, Studi Filsafat 1: Pembacaan Atas Tradisi Islam Kontemporer, Yogyakarta: LKiS, 2015.
Humaidi, Paradigma Sains integratif Al-Farabi: Pendasaran Filosofis bagi Relasi Sains, Filsafat dan Agama, Jakarta: Sadra Press, 2015.
Husaini, Adian, et. al, Filsafat Ilmu perspektif Barat dan Islam, Depok: Gema Insani, Cet 5, 2014.
Nata, Abuddin, Sejarah sosial intelektual Islam dan institusi pendidikannya,Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2012.
Suriasumantri, Jujun S., Filsafat Ilmu: Sebuah pengantar populer,Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, Cet 24,2013.
Shihab, M. Quraish, Membumikan Alquran jilid 2, Jakarta: Lentera Hati, 2010.
Shihab, M. Quraish, Dia dimana-mana: “Tangan” Tuhan di balik setiap fenomena,Jakarta: Lentera Hati, Cet 6, 2008.
Shihab, M. Quraish, Menabur pesan Ilahi; Alquran dan dinamika kehidupan Masyarakat, Jakarta: Lentera Hati, 2006.
Tafsir, Ahmad, Filsafat Ilmu: Mengurai Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Pengetahuan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2015.

Downloads

Published

2020-09-19

How to Cite

IMPLEMENTASI METODE BAYANI, BURHANI, TAJRIBI DAN ‘IRFANI DALAM STUDI FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM. (2020). WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 1(2), 12. https://doi.org/10.51590/waraqat.v1i2.37