Wawasan Alquran tentang Peserta Didik

Authors

  • Nunzairina Dosen Tetap PNS di UINSU

DOI:

https://doi.org/10.51590/waraqat.v6i1.144

Keywords:

Al-quran, peserta didik, kisah-kisah

Abstract

Alquran merupakan pedoman hidup bagi manusia dalam mengatur kehidupan dari berbagai aspek mulai dari aspek sosial, ekonomi, ibadah, pendidikan dan lain sebagainya. Banyak terdapat dalam Alquran tentang kisah-kisah dalam proses pembelajaran terhadap nabi terdahulu seperti kisah Nabi Musa bertemu dengan Nabi Khaidir, kisah Nabi Isa, kisah Nabi Yahya, kisah Nabi Ibrahim dan Luqmanul Hakim yang diabadikan dalam Alquran tentang mendidik anaknya menjadi anak yang selalu ingat kepada Allah SWT dan selalu mengingatkan jangan menyekutukan Allah SWT serta memerintahkan anaknya selalu berbuat kebaikan, menegakkan kebenaran serta menjadi peserta didik yang baik dan berakhlakul karimah. Peserta didik merupakan salah satu komponen penting dalam suatu proses pendidikan Islam. Peserta didik artinya orang yang ikut serta dalam proses pendidikan. Di dalam proses belajar mengajar peserta didik merupakan pihak yang memiliki tujuan, pihak yang memiliki cita- cita yang ingin dicapai secara optimal. Peserta didik akan menuntut dan melakukan sesuatu agar tujuan belajarnya dapat terpenuhi. Jadi dalam proses belajar mengajar peserta didiklah yang harus diperhatikan. Konsep peserta didik dalam perspektif Islam memiliki karakteristik tersendiri yang sesuai dengan karakteristik pendidikan Islam itu sendiri. Karakteristik ini akan membedakan konsep peserta didik dalam pandangan pendidikan lainnya. Hal itu juga dapat ditelusuri melalui tugas dan persyaratan ideal yang harus dimiliki oleh seorang peserta didik yang dikehendaki oleh Islam. Tentu semua itu tidak terlepas dari landasan ajaran Islam itu sendiri, yaitu Alquran dan Hadis yang menginginkan perkembangan peserta didik tidak bertentangan dengan ajaran kedua landasan tersebut sesuai dengan pemahaman manusia.

References

Mujib, Abdul dan Jusuf Mudzakir. (2010). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Umar, Bukhari. (2011). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Amzah.

Muhaimin dan Abdul Mujib. (1993). Pemikiran Pendidikan Islam: Kajian Filosofis dan Kerangka Dasar Operasionalnya. (Bandung: Trigenda Karya Bandung.

M. Karman. (2018). Tafsir Ayat-ayat Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya.

M. Arifin. (1991). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Shihab. M. Quraish. (2008). Lentera Al-Qur’ an. Bandung: Mizan Pustaka.

________________. (2005). Tafsir Al-Misbah. Cet. III. Jakarta: Lentera Hati.

________________. (2002). Tafsir Al Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati.

Al-Mahalli, Imam Jalaluddin dan Imam Jalaluddin As-Suyuti. (2009). Terjemahan Tafsir Jalalain Berikut Asbabun Nuzul Jilid 1. Cet. VII. Bandung: Sinar Baru Algessindo.

¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬_______________________________________________________. (2010). TafsirJalalain. Terj. Bahrun Abu Bakar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

_______________________________________________________. (1990). Terjemah Tafsir Jalalain Terj. Bahrun Abu Bakar. Bandung: Sinar Baru.

Hamka. (1985). Tafsir Al-Azhar Juz XXVIII. Jakarta: Pustaka Panji Mas.

Karman, M. Karman. (2018). Tafsir Ayat-ayat Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Ramayulis. (2006). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.

Al-Maraghi, Ahmad Mustafa. (1993). Terjemah Tafsir Al-Maraghi Juz XI. Semarang: Karya Toha Putra.

As-Syaukani, Imam Muhammad bin Ali bin Muhammad. (2007). Fathul Qadir Al-Jami’ Baina Fannair Riwayah wad Dirayah min Ilmi Tafsir. Beirut: Dar Al-Ma’rifah.

At-Thabari, Imam Abu Ja’far Muhammad bin Jarir. (2001). Tafsir At-Thabari. Bandung: Pustaka Azzam.

Ibnu Katsir. (1996). Tafsir Ibnu Katsir. Beirut: Dar al-Kutub.

Quthb, Sayyid. (2001). Tafsir Fi Dzilalil Qur’an. Jakarta: Gema Insani Press.

Downloads

Published

2021-06-30